| QUOTE (nebski @ October 27, 2009 09:36 pm) |
| kita tahu kan nilai UAN anak SMA yang sempurna rata2 10 banyak banget...ntar kalo kayak sistem daftar SMA,yang memakai nilai hasil UAN sebagai bahan pertimbangan masuk PTN...jangan UI,ITB dan PTN top lainnya dari peringkat plg atas sampe paling bawah sama semua nilainya... yap bener juga dit,semoga tidak jebol (lagi) moral bangsa kita ini...kecuali soal UAN sudah selevel sama SNMPTN,dan pengawasannya juga selevel sama pengawasan ujian masuk...baru kita dukung...kalo tidak... |
| QUOTE (J-J Jr. @ October 25, 2009 06:38 pm) |
| klo Ujian Masuk PTN dihapus, SPMB Lover bakalan pailit aka bubar, wong apalagi yang mau dibahas dari forum ini klo bukan ujian masuknya.... |
| QUOTE (J-J Jr. @ October 25, 2009 05:07 pm) |
| Mendiknas Rencanakan Hapus Ujian Masuk PTN, Akan Integrasikan dengan Hasil Unas JAKARTA - Hanya 24 jam setelah dilantik, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh merancang sejumlah gebrakan. Salah satu rencana yang segera direalisasikan dalam 100 hari pertama adalah menghapuskan tes masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Nuh merancang untuk mengintegrasikan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dengan hasil ujian akhir secara nasional di tingkat SMA dan sederajat. ''Apakah nilai seperti ujian nasional (unas) tidak bisa dipakai untuk tes masuk PTN? Kalau memang bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit dengan ada tes lagi?'' tegas Nuh ketika ditemui di kantornya kemarin (23/10). Ke depan, lanjut dia, nilai unas diintegrasikan dengan jenjang sebelumnya. Sebab, nilai unas mulai SD hingga SMP sudah terintegrasi untuk tes masuk ke jenjang berikutnya. Mendiknas mengatakan, upaya mengintegrasikan hasil unas sebagai syarat masuk ke jenjang pendidikan berikutnya hingga PTN merupakan esensi untuk membangun pendidikan secara utuh. ''Selama ini, PTN masih menggunakan tes masuk secara nasional,'' kata mantan Menkominfo itu. Namun, dia belum menetapkan target kapan hasil unas direalisasikan untuk menjadi syarat masuk PTN. Menurut dia, hal tersebut masih dibicarakan lebih lanjut dengan para rektor PTN. ''Meski demikian, arahnya tetap ke sana. Agar tidak ada lagi yang sia-sia dan buang-buang biaya hanya untuk masuk PTN,'' imbuh mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu. Dia berharap, kebijakan tersebut bisa mengurangi terjadinya kesenjangan kualitas antara daerah satu dan daerah lain. Nuh juga menargetkan perbaikan infrastruktur sekolah pada 100 hari pertama. ''Pada 100 hari pertama, saya akan memulai perbaikan sekolah rusak atau bocor,'' katanya. Selain dua program itu, dia akan melakukan sejumlah hal. Di antaranya, melanjutkan program pendidikan 2009 yang belum tuntas dan telah ditetapkan pada menteri sebelumnya. Kemudian, mengembangkan program sesuai kontrak kinerja yang telah ditandatanganinya di hadapan Presiden SBY. Target utama yang ingin dicapai adalah perbaikan infrastruktur ge*dung-gedung sekolah sehingga tidak ada lagi siswa yang belajar di sekolah rusak atau bocor saat hujan. Dia menargetkan penyelesaian perbaikan infrastruktur bangunan sekolah di seluruh Indonesia rampung pada 2010. (zul/oki) ------------- Memang benar, pembangunan pendidikan secara utuh harus dilakukan dengan sistem yang berkelanjutan, dalam hal ini hasil UN bisa dijadikan bahan pertimbangan masuk PTN. Akan tetapi, perlu diingat bahwa hal tersebut berlaku jika pelaksanaan hasil UN dapat dipertanggungjawabkan hasilnya. |
| QUOTE (nebski @ October 28, 2009 07:52 pm) |
| masih ada dong bang mir...tapi namanya jelas harus diganti kayaknya.. |
| QUOTE (nebski @ October 31, 2009 07:19 pm) |
| ada usul lain selain yang diatas? tapi ini wacana pak menteri belum kedengeran lagi ya..masa kalo iya direalisasikan,mau deket2 pas pelaksanaan UAN? atau baru pas 2010/2011? adek saya kena dong |
| QUOTE (Alidut @ October 31, 2009 08:04 pm) |
| ^ hahahha Amin aminn amin ... |